Capaian 3 Tahun Kepemimpinan Soekirman Dan Darma Wijaya, Berhasil Tata Sergai Dan Ukir Prestasi (Catatan Zuhari Redaksi Media Online Sinarsergai.com) - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad




Post Top Ad



6/24/2019

Capaian 3 Tahun Kepemimpinan Soekirman Dan Darma Wijaya, Berhasil Tata Sergai Dan Ukir Prestasi (Catatan Zuhari Redaksi Media Online Sinarsergai.com)

Bupati Sergai Ir.Soekirman dan Wakil Bupati Sergai H.Darma Wijaya tetap kompak dan harmonis


“Beratnya jadi pemimpin terkadang tidak pernah dikaji oleh setiap orang. Kebanyakan kita hanya melihat jabatan yang disandang oleh seseorang tersebut. Begitu juga amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati sebagaimana disandang oleh Ir.H.Soekirman dan H. Darma Wijaya. Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), keduanya menjabat sudah mendekati dan memasuki 3 tahun lamanya. Sementara masa periodenya 2016-2021, tapi oleh aturan keduanya akan mengakhiri jabatan. Tahun 2020 akan dilakukan pemilihan calon kepala daerah kembali."

Selama memimpin, Soekirman dan Darma Wijaya diketahui dalam menjalankan roda pemerintahan saling gandengan tangan, kompak, bersatu, saling mengisi, harmonis sehingga keduanya disebut sebagai pasangan yang “Serasi”. Nah, meski demikian, kita jarang sekali membahas betapa sulitnya keduanya membangun daerah ini untuk mewujudkannya menjadi daerah yang Unggul,Inovasi dan berkelanjutan.

Tidak sedikit dana yang sudah dikucurkan pemerintah pusat, propinsi dan daerah ini untuk melaksanakan berbagai jenis pembangunan di “tanah bertuah negeri beradat”. Jika dihitung mungkin sudah mencapai Triliyunan rupiah besar dana yang dihabiskan selama hampir 3 tahun ini. Namun, tidak dipungkiri bahwa masih ada daerah maupun kecamatan dan desa yang pelaksanaan pembangunannya tidak sesempurna yang diharapkan oleh masyarakat. Artinya, masih ada juga kekurangannya.

Sebagai masyarakat sebut tokoh muda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Yunasril SH,MKn, kita harus mensyukuri apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah ini. Saya menilai sudah banyak perubahan dan perbaikan yang dilakukan oleh Seokirman dan Darma Wijaya selama keduanya memimpin di daerah ini.

Sebagai contoh, dahulunya pajak tradisional Sei Rampah yang berada di inti Kota Sei Rampah dan menyebabkan jalan sering macet, kini Jalinsum (Jalan lintas Sumatera) di Sei Rampah jarang lagi macet. Kemacetan itu sudah jarang terlihat semenjak dipindahkannya pajak tradisional tersebut. Posisi pajak tradisional ini masuk kedalam dengan luas areal 2 hektar lebih jarak ke Kantor Bupati Sergai sekitar 500 meter.

“Kita akui pembangunan di daerah tergolong sangat pesat,baik itu infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, kesehatan dan pendidikan. Ditambah lagi adanya bantuan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan dari pingiiran yang digulirkan melalui desa diberinama Dana Desa (DD). Dana ini cukup membantu desa dalam menyelenggarakan pembangunan di desa masing-masing.”

Untuk menselaraskan pembangunan didesa dan kabupaten sehingga terus berkelanjutan, perlu dibuatkan Masterplan yang kegunaannya sebagai acuan dalam melaksanakan pembangunan didaerah ini. Dengan adanya masterplan anggaran belanja daerah yang mana ini akan menjadi panduan bagi otoritas dalam memetakan penerapan anggaran yang telah disusun dengan target bertahap dan berjangka panjang. Kemudian, penerapan anggaran belanja daerah (atau kebijakan lainnya) tetap mengacu dan didasari oleh masterplan dan umumnya akan menghasilkan keuntungan operasional.

Jika ingin kita lihat manfaat masterplan yang tidak lain tidak bukan semacam peta perjalanan menuju masa depan yang cemerlang dan mengapai kesuksesan dalam menjalan roda pemerintahan. Bisa dikatakan, masterplan merupakan dokumen panjang nan komprehensif yang menjadi panduan pengembangan dan pembangunan yang berdampak pada fasilitas publik di jangka waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.

Dalam membuat perencanaan jangka panjang tentunya dapat dimudahkan, begitu juga saat membuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan dan konservasi serta pertumbuhan dan pengembangan lingkungan.

Di dalam masterplan tersebut ditujukan sebagai penunjuk keputusan yang jangkauannya bersifat publik sekaligus privat. Nah, disitu pun ada bagian penyesuaian masterplan dengan karakter lokasi dan sifat adaptifnya serta penggunaan sumber dayanya yang bertanggung jawab.

Jadi, keberhasilan maupun pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Soekirman dan Darma Wijaya di 3 tahunan ini bisa ditindaklanjuti lagi kedepannya. Memang, tidaklah mudah mewujudkan semua yang menjadi impian masyarakat dalam waktu kurun waktu lebih kurang 3 tahun ini. Ada masyarakat yang merasa bersyukur dan ada juga yang merasa tidak puas dengan hasil dan prestasi yang diraih oleh pemerintah saat ini.

“Kita semesatinya tidak hanya menyampaikan kritik saja, tetapi bagaimana kita mendorong dan membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan diberbagai bidang. Untuk mewujudkan itu butuh kebersamaan dan kekompak semua kalangan masyarakat dengan pemerintah. Jika ada yang masih kurang dan kurang pas, boleh dikritik, namun alangkah baik disampaikan juga solusi bagi pemerintah daerah.”

Dalam percepatan pembangunan diinti kota, kiranya perlu dilaksanakan pembangunan jalan lingkar sebagai jalan yang nantinya dapat menghidupkan pusat perekonomian dan menghindari kemacetan di Jalan inti kota tersebut. 

Dengan adanya Jalan tol dan lingkar, maka Sergai ini akan menjadi daerah yang strategi bahkan bisa jadi rebutan nantinya. Bisa juga menjadi daerah pusat bisnis, jika melihat dari pembangunan infrasturktur jalan yang sudah terbangun seperti jalan tol, Bandara Kualanamu yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara. 

Ditambah dengan jalan lingkar. Ini diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Sergai. Jika memungkinkan dan dibuat semacam keharusan, semua PNS dapat bertempat tinggal di Sergai.Sehingga perputaran uang yang dihasilkan dari daerah ini tetap beredar di Sergai, tidak lagi di Kota Tebing Tinggi dan Medan. 

Tentunya kita saat ini sangat mendukung program kerja daripada pemerintah Sergai saat ini dan mengharapkan pembangunan yang sudah menjadi program dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tata ruangnya. “Jangan dikarenakan ingin mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah), namun masyarakat malah menjadi sengksara. Mari sama-sama meningkatkan PAD dengan menggali potensi alam yang ada dan menciptakan peluang bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini.

Hindari tekanan terhadap masyarakat dikarenakan desakan target dalam capaian PAD. Tingkatkan pelayanan lebih baik lagi sehingga menimbulkan minat investor untuk datang menanamkan modalnya. Ciptakan masterplan sehingga tidak menimbulkan kebinggungan bagi investor untuk ikut membangun daerah ini.kata Yunasril.

Prestasi yang diraih

“Dalam kurun hampir 3 tahun ini, Soekirman dan Darma Wijaya memang berhasil mengukir prestasi. Ini dapat dilihat dari tahun 2016 sejak awal kepemimpin keduanya. Pada tanggal 21 Desember 2016, Pemerintah Kabupaten Sergai menerima penghargaan “Anugerah Parahita Ekapraya” dengan kategori Perlindungan Anak,Yohana Yembise diserahkan kepada Bupati Sergai Ir.H.Seokirman di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta.

Selanjutnya di tahun 2017 Pemkab Sergai diterima sebagai anggota Asia Local Goovernment for Organic Agriculture (ALGOA) di ALGOA Summi Goesan,Chungbuk Province, Korea Selatan pada September 2017.  Masih ditahun yang sama, tepatnya 20 Maret 2017, diterima kembali penghargaan “Anugerah Literasi” Prioritas Peringkat Pertama Tingkat Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) di Jakarta. 

Sedangkan penghargaan Tanda penghormataan “Manggala Karya Kencana (MKK)” yang disematkan langsung oleh Kepala BKKBN pada 14 Juli 2017 pada puncak acaraa Hari Keluarga Nasional ke-XXIV di Rumah Jabatan Gubernur Propinis Lampung.

Sedangkan di tahun 2018 jelas Kadis Kominfo Sergai Drs.Akmal,MSi, Pemkab Sergai meraih juara III kategori tenaga kependidikan PAUD Wilayah 3T dalam apresiasi GTK PAUD dan Dikmas berprestasi dan berdedikasi tingkat Nasional ke -12 - 14 Juli 2018, di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat atas nama Erfina,S.Pd (KB Flamboyan Dusun II Desa Pematang Cermai,Kecamatan Tanjung Beringin,Sumatera Utara.

Dalam mengelola roda pemerintahan dan anggaran, Bupati Sergai Ir.H.Soekirman diberi penghargaan “Predikat Kepatuhan 2018” dari Sekretariat Jenderal Ombusmen RI Dr.Suganda Pandapotan Pasaribu,AP.M.Si langsung dari Auditorium TVRI Pusat Jl.Gerbang Pemuda, Gelora Jakarta Pusat, 10 Desember 2018.

Tidak hanya disitu, Pemkab Sergai ditahun 2019 juga memperoleh penghargaan, yaitu Bupati Sergai Ir.H.Soekirman menerima apresiasi dan Hasil evaluaasi system Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2018 dengan Predikat (B) dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jakarta, pada 28 Januari 2019.

Selanjutnya, Bupati Sergai Ir.H.Soekirman menerima penghargaan “Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, di Medan pada 7 Mei 2019 dan terakhir penghargaan yang diperoleh Pemkab Sergai berupa Peringkat II Kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam aksi pencegahan Korupsi Terintegrasi KPK RI dengan presentasi Monitoring Center for Prevention (MCP) Korupsi dengan nilai 82%.jelas Akmal.

Pembangunan Infrastruktur Telah Dilakukan

Tidak sedikit pembangunan telah dilaksanakan oleh Pemerintah daerah ini, baik itu infrastruktur jalan, irigasi,jembatan, gedung pendidikan dan kesehatan. Menurut data yang diperoleh dari Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serdang Bedagai H.Martiam Purba ST, pada tahun 2016, kondisi jalan rusak berat 305,520 KM, kondisi rusak ringan 297,119 KM, kodnisi sedang 60,002 KM. Konidis ini terus mengalami perubahan setelah dilakukan perbaikan dengan hasil 801.306 KM ditahun 2016 ini sudah baik kondisinya.
 
Jalan di Dusun I Desa Mangga Dua,Kecamatan Tanjung Beringin,Sergai
Sedangkan untuk tahun 2017 kondisi jalan yang mengalami rusak berat 216,061 KM, rusak ringan 253,789 KM,  kondisi sedang 80,964 KM. Semua ini menjadi membaik setelah dilakukan pembangunan dan perbaikan dengan hasil 913,133 KM. 

Pemerintah daerah ini terus menganggarkan dana untuk perbaikan dan pembangunan jalan ini. Dan tepatnya pada tahun 2018 lalu, terjadinya perubahan dengan keluarnya keputusan Bupati Sergai Nomer 422/1813/tahun 2017 tentang Penetapan status ruas jalan sebagaimana jalan Kabupaten di Kabupaten Sergai. 

Hal ini menindaklanjuti ketentuan pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomer 03/PRT/M/2012 tentang pedoman penetapan fungsi jalan  dan status jalan, maka perlu menetapan Keputusan Bupati tentang penetapan status ruas jalan sebagai jalan kabupaten di Sergai.
 
Jalan di Belidaan Desa Cempedak Lobang menuju Kecamatan Dolok Masihul,Sergai
Berkenaan dengan keputusan itu, maka di tahun 2018 terjadi perubahan bahkan penurunan kondisi jalan yang baik dari tahun 2017 lalu. Untuk tahun 2018, jalan yang mengalami rusak berat 303,463 KM, rusak ringan 297,373 KM, kondisi jalan yang sedang hanya 94,884 KM. 

Sedangkan kondisi jalan yang baik hanya 172.806 KM. Perbaikan terus dilaksanakan oleh pemerintah daerah ini sehingga terjadilah perubahan kembali dari tahun sebelumnya. Di tahun 2019 kondisi jalan yang baik 332,83 KM, kondisi sedang 152.495 KM, kondisi rusak ringan 201.141 KM dan rusak berat 201.141.Mari kita do’akan dan dukung semoga ditahun ini semua jalan dapat dibangun dan diperbaiki sehingga kondisinya baik semua. Saat ini jumlah ruas jalan Kabupaten Sergai 868,526 KM.**************


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad