Harga TBS Turun, Petani Dan Tengkulak Sawit Menjerit - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

6/14/2019

Harga TBS Turun, Petani Dan Tengkulak Sawit Menjerit

Illustrasi

Medan, Sinarsergai.com - Petani Sawit dan Tengkulak  menjerit, pasalanya terjadi penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mengakibat petani alami kerugian. Turunya harga TBS itu jelas menimbulkan kebinggungan bagi petani, harganya jauh lebih lagi di saat bulan Suci Ramadhan

"Menurut catatan harga TBS di Kecamatan Hatonduan (Kabupaten Simalungun -red) Rp 940 per kilogram. Sedih sekali hati.saya," ujar Amir Sinaga, petani sawit setempat melalui handphone, Jumat (14/6/2019).
Keluhan juga diungkapkan Deni Sukma Sagala, petani sawit di Kabupaten Labura, saat ini para petani didaerah ini sangat merosot hasil penjualannya yang diterima.

Ia mengungkapkan, saat ini di salah satu PKS, TBS petani swadaya dihargai Rp 1065/kg. Padahal saat bulan Ramadhan TBS petani swadaya di hargai Rp 1395 per kg.


Menanggapi keluhan petani saat, Ketua DPD Asosiasi SAMADE Simalungun Muchtar Sinaga SP MM menuturkan masalah ini diharapkan segera diatasi oleh pemerintah sebab, laporan yang diterima dilapangan TBS hanya dihargai Rp. 950/ kg di tingkat gudang atau tengkulak dan Rp.1.200 di Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Nada yang hampir sama juga disampaikan Ketua DPD SAMADE Kabupaten Tapanuli Tengah M Hayat Readi menyebutkan, harga TBS di tingkat petani Rp 600 per kg namun saat Ramadhan Rp 805/kg.

Berbeda di Kabupaten Langkat, harga TBS di tingkat petani swadaya Rp 700/ kg. Dan bila lokasi lahan petani jauh, maka harganya malah turun dengan variasi Rp 500/kg hingga Rp 600/ kg.

"Kalau harga pembelian Sawit ke petani masih bertahan Rp 700/kg, sejak sebelum Lebaran Idulfitri lalu hingga saat ini. Karena belum ada kenaikan harga dari pabrik. Sedihnya, truk pengangkut sawit juga masih mengantre/menginap hingga berhari - hari di lokasi pabrik pengolahan kelapa sawit," sebut Selamat, salah satu pengepul sawit di Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Langkat.

Sedangkan Herman, pengepul sawit di Lingkungan Air Tawar Dalam, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Langkat, mengutarakan yang dialaminya, mau tidak mau terpaksa membeli sawit kepada petani binaannya dengan harga Rp 500/kg.

"Biaya lain seperti melansir dikenakan Rp 200/kg, penjualan ke agen penampung hanya Rp 700/kg, terpaksa dibeli ke petani Rp 500/kg," katanya.(rik)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here