Keluar dari Penjara, Ismail Segera Dideportasi - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

6/06/2019

Keluar dari Penjara, Ismail Segera Dideportasi


Ismail bin H Ahmad, warga Sungai Petani, Kedah, Malaysia (baju merah) diapit oleh 
Tim Pengawasan Orang Asing (Wasdakim)  Jefrico Daud Marturia selaku Kepala Seksi (Kasie) Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan,Kamis (6/6/2019).



Medan-Sinarsergai.com - Baru saja menjalani masa tahanan selama delapan bulan di rumah tahanan (rutan) Tanjung Gusta Kelas I Medan, Rabu (5/6/2019) siang, Ismail bin H Ahmad (60) langsung menjalani proses pendetensian untuk kemudian dideportasi ke negara asalnya, Malaysia.

Menurut Tim Pengawasan Orang Asing (Wasdakim) yang dipimpin oleh Jefrico Daud Marturia selaku Kepala Seksi (Kasie) Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, kepada para wartawan, Kamis (6/6/2019), Ismail bin H Ahmad merupakan warga Sungai Petani, Kedah, Malaysia, dan berprofesi sebagai

Direktur Agency Isma Senia Berhad (Bhd) Malaysia, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pendistribusian tenaga kerja asing untuk dipekerjakan di Malaysia.

Sebagai informasi, pendetensian adalajh sebuah proses pemeriksaan terhadap warga negara asing (WNA) yang telah mendapatkan keputusan hukum tetap sebelum dideportasi ke negara asalnya.

Kata Jefrico, Ismail bin H Ahmad menjalani proses pendetensian untuk kemudian dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, bekerjasama dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia.di Medan.

"Dia (Ismail bin H Ahmad -red) ditahan karena terbukti melakukan tindak pidana pengiriman tenaga migran asal Sumatera Utara tanpa mengantongi izin resmi yang berlaku di Indonesia maupun dari negaranya," kata Jefrico Daud Marturia.

Karena sudah bebas dari masa penahanan, Jefrico menyebutkan Ismail bin H Ahmad wajib menjalani proses pendetensian yang digelar pihak Imigrasi Kelas I Khusus Medan.

Kata Jefrico, Ismail bin H Ahmad dijemput langsung ke Rutan Tanjung Gusta. Secara hukum, diketahui praktek bisnis Ismail bin H Ahmad di Sumatera Utara betlangsung secara ilegal.

Untuk proses pendeportasian, Jefrico menyebutkan akan bekerjasama dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Kota Medan, termasuk untuk kelengkapan dokumen perjalanan Ismail bin H Ahmad kembali ke Malaysia.

Sementara itu Ismail bin H Ahmad mengakui dirinya ditangkap Polda Sumut pada 18 Oktober 2018 di Jalan Sisingamangaraja Medan. Ia diketahui sedang merekrut dan akan memberangkatkan pembantu rumah tangga ke Malaysia tanpa proses yang sah.

“Saya ditangkap polisi karena memberangkatkan dan mendampingi pembantu rumah pribadi untuk penjagaan anak saya. Kesalahan saya dianggap kesalahan teknical (administrasi), tidak ada surat izin dari Dinas Tenaga Kerja," kata Ismail.

Ismail mengklaim perusahaan yang ia pimpin adalah legal.dan punya izin beroperasi dari Kerajaan Malaysia. Namun ia mengakui perusahaannya tidak mengantongi izin resmi operasional dari pemerintah Indonesia. (rik)



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here