Poldasu Ungkap Kasus Percobaan Pembunuhan Satu Keluarga Pensiunan Polri - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

6/17/2019

Poldasu Ungkap Kasus Percobaan Pembunuhan Satu Keluarga Pensiunan Polri




Medan.sinarsergai.com- Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Agus Andrianto didampingi Direktur kriminal umum, Kombes Andi Rian dan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya pimpin konferensi pers terkait kasus tindak pidana percobaan pembunuhan berencana atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan satu keluarga Purnawiran Polri menderita luka berat, bertempat di depan gedung utama Polda Sumut, Seni ( 17/6/2019) jam 10:00 WIB.

Kejadian bermula pada bulan Maret 2019, tersangka Wagino alias Oka bertemu dengan Serikat Tarigan dirumahnya dikawasan Simpang Selayang Medan dengan maksud membicarakan tentang rasa sakit hatinya terhadap Bangkit Sembiring dan ia menyuruh Wagino untuk membalaskan sakit hatinya pada Bangkit Sembiring yang telah merusak rumah yang dibangun dilokasi ladang pohon durian yang menjadi akar permasalahan ini, tak sampai disitu Bangkit Sembiring juga diduga juga telah membacok pekerja ladang tersebut, dan untuk membalas sakit hatinya tersebut, Serikat Tarigan rela memberikan uang Rp50 juta
Seminggu  kemudian tersangka Wagino berangkat ke Aceh Tamiang untuk bertemu dengan Bambang Haryanto untuk membicarakan masalah Serikat Tarigan sebagai donatur dan penggagas, esok harinya merekapun berangkat ke daerah Sawit Sebrang Langkat untuk bertemu Joni Tarigan dirumahnya.
Dari rumah Joni Ginting bersama Wagino dan Bambang Harianto langsung berangkat menuju Medan, di Medan mereka merental mobil Avanza warna hitam BK 1733 QB, untuk menjumpai Serikat Tarigan serta meminta uang jalan sebesar lima juta rupiah dengan maksud agar tau letak rumah dan wajah Bangkit Sembiring di Tiga Lingga kabupaten Dairi.
Seminggu kemudian mereka berangkat ke Tiga Lingga kabupaten Dairi dan mereka meminta uang tiga juta rupiah pada Serikat Tarigan, lalu pada hari Jumat 10 Mei 2019 jam 16:00 WIB Tersangka Serikat Tarigan bersama Wagino membahas rencana pembunuhan ini disebuah kedai yang terletak dibelakang rumah Serikat Tarigan di jalan SM.Raja, kelurahan Tiga Lingga kabupaten Dairi.
Lalu pada hari Senin 24 Mei 2019 jam 20:00 WIB, Bambang Harianto, Joni Ginting, Wagino, Boyma Sitinjak dan Bonansa Siagian bertemu di Medan Selayang tepatnya di rumah Massa Tarigan dan selanjutnya berangkat menuju kota Sidikalang kabupaten Dairi dengan menggunakan mobil yang mereka sewa dan setelah sampai di Tiga Lingga, Serikat Tarigan menunjukkan letak kediaman rumah Bangkit Sembiring dan mengatur siasat untuk melarikan diri.
Tanggal 28 Mei 2019 mereka menginap di SPBU Tigalingga dan untuk itu mereka semua diberi uang masing-masing satu juta rupiah dari Serikat Tarigan, lalu pada tanggal (29/6) Bambang Harianto dan Bonansa Siagian pergi ke pasar Sidikalang untuk membeli 2 bilah parang, linggis dan 5 pasang sarung tangan sebagai alat yang akan digunakan untuk mencelakai Bangkit Sembiring dan keluarganya.
Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 2019 mereka menggunakan 2 unit sepeda motor pergi kerumah Bangkit Sembiring dan memarkirkannya sekitar 150 meter dari rumah Bangkit Sembiring dan selanjutnya mereka berjalan kaki menuju rumah Bangkit Sembiring.
” Sesampainya di rumah Bangkit Sembiring sekitar jam 03:00 WIB, tersangka Boyma Sitinjak mencongkel engsel pintu bagian depan rumah Bangkit Sembiring dengan menggunakan linggis, tersangka Bambang Harianto menendang pintu rumah hingga terbuka, setelah itu tersangka Bambang Harianto melihat Ristiani Samosir ( istri Bangkit) dan ia memukul kepala istri Bangkit dengan menggunakan martil sebanyak dua kali hingga Ristiani jatuh tak sadarkan diri, lalu tersangka Bambang Harianto melihat ada seorang anak Bangkit sedang tidur pulas, lalu Bambang memukul kepala anak Bangkit Sembiring dengan menggunakan martil. Sementara tersangka Wagino dan tersangka Bonansa Siagian membacoki Bangkit Sembiring secara berulang-ulang dengan menggunakan parang,” ucap Kombes pol Andi Rian.
Lanjutnya lagi, usai melakukan aksi brutalnya para tersangka berlari menuju sepeda motor dan berangkat menuju mobil Avanza yang mereka sewa menuju Medan, namun sebelum sampai di Medan , tersangka Bonansa Siagian minta diturunkan di daerah Bandar Baru. Setelah tiba di Medan tepatnya didekat salah satu sekolah di Medan para pelaku bertemu dengan Serikat Tarigan untuk menerima uang kontan sebesar 29 juta rupiah , setelah itu para pelaku membagi uang tersebut sebanyak 6 juta per orang.
” Tersangka Bambang Harianto ditangkap oleh polisi pada tanggal 15 Juni 2019 jam 03:00 WIB di rumahnya di dusun Pakel desa Selamat kecamatan Tenggulu kabupaten Aceh Tamiang provinsi Aceh dan tersangka lain ada yang ditangkap di Medan, Langkat, dan didesa Lau Kersik. Dan ada beberapa orang dari tersangka yang terpaksa kami tembak kakinya karena mencoba melarikan diri dengan melawan petugas saat hendak ditangkap,” kata Direktur kriminal umum Polda Sumut, Kombes pol Andi Rian.
Menurut Kapolda Sumatera Utara, para pelaku dikenakan pasal 349 subs 338 Jo 53 subs 170 ayat (2) subs 354 ayat (1) KUHPidana atau pasal 76 huruf C Jo pasal 80 ayat (2) undang -undang RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Sementara itu Maria Keke (17) anak korban yang berhasil selamat saat ditemui di lokasi konferensi pers bersama bibinya Rode Br Samosir ( adik ibunya ) bahwa ia meminta bapak Kapolda Sumatera Utara untuk menghukum para pelaku dengan seberat-beratnya.
” Aku minta bapak Kapolda Sumatera Utara untuk memberikan hukuman seberat-beratnya pada para tersangka yang begitu sadis memukuli dan membacok ayah, ibu seta adiku yang masih duduk di bangku 4 SD hingga kepalanya pecah, otaknya keluar dan Sampai kini adiknya itu masih kritis dan ayah serta ibunya masih dirawat di rumah sakit Adam Malik Medan,” ucap wanita yang baru tamat SMA ini.
Senada dengan Keke, Rode Br Samosir ( bibi Maria) terlihat begitu marah melihat para pelaku yang menganiaya keluarganya.
” Tega kali lah si Bxxi itu cuma masalah sengketa batas tanah aja mau dimatikannya keluarga kakak ku, adiknya si Maria ini sampe keluar otaknya dipukul martil sama orang ini, sembari memaki-maki para pelaku,” pungkas Rode Br Samosir. (mar)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here