Terbukti Bersalah, Kejari Deli Serdang Tahan Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Tanjung Morawa - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

6/14/2019

Terbukti Bersalah, Kejari Deli Serdang Tahan Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Tanjung Morawa

Tersangka HMH saat keluar dari ruang penyidik Pidsus Kejari Deliserdang dan ditetapkan sebagai tersangka di masukkan ke Mobil tahanan untuk di kirim ke Lembaga Pemasyarakatan Lubukpakam .

Deliserdang,Sinarsergai.com- Tim Pidana Khusud (Pidsus) Kejari Deli Serdang secara resmi menetapakan 3 tersangka pimpinan Bank Sumut yakni berinisial HMH ( Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Tanjung Morawa),AS ( Mantan Pimpinan Seksi Pemasaran Bank Sumut KCP Tanjung Morawa ) dan CY ( Wiraswastawan ).

Sementara tersangka HMH selaku mantan Kepala Cabang Pembantu Bank Sumut Kecamatan Tanjung Morawa resmi manjadi tahanan Kejaksaan Negeri Deliserdang, Jum'at (14/6/2019 ) siang .

Penahanan tersebut terkait kasus dugaan korupsi di Bank Sumut cabang pembantu Tanjung Morawa dalam penyaluran kredit di tahun 2013 jenis KPR ( Kredit Kepemilikan Rumah ) kepada 7 ( tujuh ) dibitur senilai Rp 2,8 Milyar.

Kajari Deliserdang Harli Siregar menyebutkan bahwasanya tersangka tidak kami tangkap ,
" dirinya memang telah beberapa kali datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang ini untuk memenuhi panggilan,mulai dari saksi dan sampai hari ini. Dikarenakan dirinya telah memenuhi syarat dan resmi sebagai tersangka dalam pemeriksan, dan selanjutnya HMH resmi ditetapkan sebagai tersangka dan menahannya," jelas Harli.

Pantauan Sinarsergai dilapangan menyebutkan,dalam kasus ini sudah dua tersangka ditahan Kejaksaan Negeri Deliserdang, sebelumnya tersangka AS yang merupakan mantan Pimpinan Seksi PemasaranBank Sumut KCPTanjung Morawa telah ditangkap pada tanggal 25 Mei 2019 sekitar pukul 12.00 wib di Daerah Bogor. jelas Harli.

Ditambahkan Kajari, tersangka tinggal satu orang yaitu pihak swastanya,hal ini dikarenakan tersangka selalu bertempat tinggal secara berpindah-pindah.Tapi kami terus berusaha untuk mendapatnya,karena tidak ada tempat untuk para koruptor di bumi ini kecuali di tahanan. Dan untuk kasus ini tersangka di jerat dengan pasal  2, 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31/1999 junto Nomor 20/2001 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegas Harli. ( ASW ) 



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here