Terbukti, Cabai Merah dan Bawang Putih Picu Inflasi - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

6/10/2019

Terbukti, Cabai Merah dan Bawang Putih Picu Inflasi


Medan, Sinarsergai.com - Pertengahan bulan Ramadhan kemarin, pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin memprediksi Bawang Putih dan Cabai Merah adalah dua dari banyak komoditas yang menjadi pemicu inflasi di Kota Medan secara khusus dan Provinsi Sumatera Utara secara umum.

Dari paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut kepada para wartawan, Senin (10/6/2019) siang, disebutkan dua komoditas itu menyumbang inflasi di bulan Mei sebesar 1,19%.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, memaparkan, dari data yang mereka miliki, terungkap kalau di bulan Mei harga cabai merah naik sebesar 32,43% dan bawang putih naik 32,87%. 

Komoditas lain juga menyumbang inflasi seperti kenaikan harga beras yang mencapai 0,95%, upah pembantu rumahtangga naik 1,48%, harga daging ayam ras naik 2,9%, harga kentang naik 7,81% dan harga ikan dencis naik 2,33%.

Kata Suhaimi, seluruh kota di Sumut mengalami inflasi, seperti Kota Sibolga dan Pematang Siantar masing-masing inflasinya sebesar 0,67%, Padang Sidempuan 0,27%, dan Kota Medan sebesar 1,33%.

"Gabungan empat kota IHK (Indeks Harga Konsumen) ini membuat inflasi Sumut di bulan Mei 1,19%," ujar Suhaimi.

Suhaimi mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Mei 2019 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. 

"Itu yang membuat Medan mencatatkan inflasi tertinggi dari seluruh kota IHK di Sumut," katanya.

Secara umum, kata Suhaimi, pada Mei 2019 kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,17%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05%.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,05%, kelompok sandang sebesar 0,01%, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04%.

Pengamat ekonomi sekaligus akademisi di sejumlah kampus di Medan, Gunawan Benjamin, saat ditanya secara terpisah menyebutkan, terlihat setelah Lebaran selama sepekan, aktifitas masyarakat mulai normal.

Kata dia, sejumlah harga yang sebelumnya bergerak liar saat ini sudah menunjukan adanya pemulihan, seperti cabai merah yang selama liburan lebaran diperdagangkan di kisaran Rp 80.000-Rp 120.000 per kilogram (kg), saat ini harganya sekitar Rp 60.000/kg.

"Bahkan ada menjual Rp 50.000 per kg," ujarnya. Kata dia, walau tampak turun, harga cabai merah tetap saja mahal bagi masyarakat.

Ia melihat saat ini harga cabai kecil naik mencapai Rp 70.000/kg, semakin memburuk usai masa liburan usai. 
"Bahkan di sejumlah pedagang ada cabai kecil yang dijual sekitar Rp 75 ribu per kilogram, dan paling murah dijual Rp 60.000 kilogram," kata Benjamin.

Ia melihat sejauh ini harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat masih terbilang belum sepenuhnya seimbang. Masih ada sejumlah masalah di lapangan. Ada perbedaan harga yang sangat signifikan di masing-masing pedagang.

"Tetapi pekan ini saya yakin (semua harga sembako tersebut -red) akan kembali normal. Namun memang ada beberapa masalah yang dikhawatirkan dapat merusak ekspektasi positif tersebut seperti erupsi gunung Sinabung, yang membuat persediaan atau stok sembako mengalami gangguan, distribusi barang menjadi kurang lancar dan ekspektasi di tingkat pedagang bisa saja berlebihan," tegas Gunawan Benjamin.(rik)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here