PT. Multazam Rugi Miliyaran Rupiah, Kapoldasu Diminta Usut Dugaan Penipuan Hingga Tuntas - Sinar Sergai

Breaking

Space Iklan

Post Top Ad

7/31/2019

PT. Multazam Rugi Miliyaran Rupiah, Kapoldasu Diminta Usut Dugaan Penipuan Hingga Tuntas




Medan,Sinarsergai.com- PT. Multazam Wisata Agung berkantor Jalan Titi Papan Keluarahan Sei Kambing D,Kelurahan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Uatra (sumut) merupakan salah satu travel umroh dan haji yang mengalami kerugian hingga Miliyaran rupiah. Kerugian ini dialaminya ketiga menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan travel PT Green Shaavire Holidays dan PT Zamzam dalam pemesan tiket untuk jamaah. Belum lama ini PT. Multazam telah melakukan pemesan tiket sebanyak 45 pacs sama PT Shaavire untuk tiket umroh tepatnya pada tanggal 25 Desember '2018, dan 80 pacs sama PT Zamzam, ternyata tiba ditanggal 24 Desember '2018, PT Multazam konfirmasi untuk mengecek keberangkatannya, setelah dikirim manifest kedua perusahaan tersebut tidak ada jawaban.

"Peristiwa ini sangat mengecewakannya. Merasa ditipu, sebut Direksi PT. PT. Multazam Alya Rahmayani Siregar didampingi advokatnya Hasan Basri, SH, Rabu (31/7/2019) dicari solusi dengan mengadakan rapat yang difasilitasi oleh Ustad Alfalah. Saat rapat turut hadir Direktur PT. Arrahman Ade Darmawan, PT. Shaavir dan Komisaris PT. Multazam Syafii dan Maramuda.

Nah, dalam rapat tersebut sambung Kuasa hukum PT. Multazam hasan Basri SH, ditanyakanlah klarifikasi tentang bagaimana pemberangkatan (25/12/18), lagi lagi pihak PT.Shaavir dan Zamzam tidak bisa memenuhi tiket yang telah dibooking terdahulu. Begitu juga ditanyakan terkait dengan uang yang sudah ditransfer untuk booking tiket atas nama PT Zamzam sebanyak 80 pacs sudah ditransfer sebesar Rp.980 juta, dan untuk PT Shaavir sebanyak 45 pacs juga sudah ditransfer sebesar Rp 551 juta, ditambah lagi uang deposit lainnya sekitar Rp 280 juta. Nyatanya hingga kini belum ada mereka berangkatkan jamaah umroh." Ujarnya.

“tidak adanya etikad baikd ari kedua perusahaan tersebut kepada PT Multazam maka masalah ini dilaporkan ke polisi dengan Nomer :STTPL/924/VII/2019/SUMUT/SPKT “I” pada tanggal 24 Juli 2019. Kejadian ini di Jalan Titipapan,Kelurahan Sei Sikambing D,Kecamatan Medan Petisah , Kota Medan. Jika langkah ini tidak dilakukan oleh pihak PT. Multazam, maka jamaah akan marah bahkan bisa mengambil sikap kurang baik terhadap PT. Multazam. Untuk mempertanggungjawabkan terhadap jamaah, sebut Hasan, akhirnya PT Multazam berinisiatif membooking satu boing pesawat Sriwijaya air lines dengan membayar lebih kurang Rp. 600 juta untuk tertanggal 25 Desember 2018.

"Berangkatlah mereka para jemaah, dalam kesepakatan PT Arrahman menitipkan jemaahnya sebanyak 38 orang karena saat rapat pada tanggal 24 Desember 2018, PT Shavir tidak sanggup untuk menyediakan tiket mereka oleh satu hal." imbuhnya.

Akibat tiket bodong ini, jadi total kerugian akibat dari 80pacs tiket yang dibooking kepada PT Zamzam sekitar kurang lebih Rp.2,8 Miliyar, sedangkan 45tiket kepada PT Shavir sekitar satu Rp. Miliaran lebih, dan 38 tiket jemaah PT Arrahman sebesar Rp160 juta yang sampai hari ini belum ada dikembalikan sama sekali.

Adapun perhitungan tiket yang dibeli (booking) tertanggal 25 Desember 2018 itu perpacsnya pulang pergi (PP) modal jemaah seharga Rp12.000.250, dengan rute perejalanan dari Bandara Kualanamu ke Colombo kita booking pesawat sendiri  Selanjutnya dari Colombo ke Madinah juga booking pesawat sendiri, begitu pula pulangnya dari Madinah ke Colombo, dari Colombo Kuala Lumpur kita booking pesawat sendiri, dari Kuala Lumpur kita menginap satu hari, pulang ke tanah air (Kualanamu), beli tiket lagi, jadi total kerugian semuanya itu kurang lebih tiga miliyar yang diakibatkan oleh tiga perusahaan tersebut."beber dia lagi.

PT Shavir sendiri telah mengeluarkan surat keterangan menyatakan bahwa jamaah Arrahman sebanyak 38 orang dan tiket yang dibooking PT Multazam kepada PT Zamzam sebenarnya semua merupakan tanggung jawab dari PT Multazam, yang mana dananya telah disetorkan terlebih dahulu, pada saat pemberangkatan selanjutnya semua biaya ditanggung oleh PT Multazam, itu surat keterangannya.

Jadi tidak Benar PT Shavir yang menanggulangi semua tiket, tiket itu tidak ada mereka booking, sudah dikonfirmasi pihak Sriwijaya Air Lines ternyata tidak ada mengirim dana sama sekali, tegas Hasan.

Atas dugaan penipuan ini, kita meminta kepada Kapoldasu untuk segera melakukan penahanan terhadap para tersangka tersebut, yang telah melakukan dugaan penipuan dan penggelapan dana umroh yang menimbulkan kerugian kepada PT Multazam, dan juga meminta kepada pihak terkait untuk menertibkan travel-travel haji dan umroh yang nakal, bila perlu cabut izin-izinnya" tegas kembali.harap Hasan.(fir)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad