Awaluddin Tekuni Budidaya Cacing dan Jamur Selama 18 Tahun - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

8/14/2019

Awaluddin Tekuni Budidaya Cacing dan Jamur Selama 18 Tahun


(Awaluddin )


Tebing Syahbandar,Sinarsergai.com – Awaluddin (50) warga Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syhandar,Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sumatera Utara (Sumut) menceritakan bahwa sudah 18 tahun dirinya menekuni pekerjaan budidaya Cacing Merah dan Jamur. Awalnya memang agak sulit memperkenalkan kepada masyarakat akan Cacing yang dibudidayanya. Memanmg ada kesan jorok. Namun, lama kelamaan masyaarkat memahaminya dan munculah minat untuk membeli Cacing dan juga Jamur sebagai kebutuhan untuk ternak ikan khusunya Cacing.

Budidaya Jamur dan Cacing tidaklah mudah, namun setelah ditekuni diperoleh resepnya untuk memudahkannya dibudidayakan keduanya. Budidaya Caing dan Jamur sekarang ini bisa dikatakan strategi sebagai mesin pencetak uang. Biddaya itu hingga kini masih terus diminati banyak orang. Namun sebagian lagi masih banyak yang belum mengetahui dan masih perlu diberitahu.
 
(Jamur Tiram)
Dijelaskannya, Rabu (14/8/2019), bahwa jenis Jamur Tiram merupakan tumbuhan yang tidak banyak memerlukan cahaya matahari, demikian juga cacing merah. Keduanya juga memiliki sifat yang sama yaitu menghindarkan hama pengganggu terutama semut. Jamur Tiram dan Cacing Merah dapat dibudidaya dalam kantong plastik atau balok kayu. Setelah  media Jamur habis terpakai dapat diisi dengan pengembang biakan Cacing Merah dengan hanya menambahkan ampas tahu untuk kebutuhan makanan cacing merah.

Untuk Jamur Tiram sebut Awal, dijual untuk harga pasaran tembus senilai Rp. 15.000a hingga Rp. 20.000,-/kiliogram.. Sementara Cacing Merah Rp 60.000 hingga Rp 85.000 per kilogram.

Masih penuturan Awal, media tumbuh jamur mudah ditemukan, yaitu serbuk gergaji kayu, dedak, dan kapur dolomit, bisa dibeli di toko pupuk. Bisa diberikan beberapa sendok probiotik EM4 untuk mengurai bakteri. Setelah diaduk rata dikukus dengan suhu 100°celcius selama 4 jam. 

Dalam.satu media jamur tiram dapat dipanen 3 hingga  4 kali setelah benih ditanam 10 hari. Sesudah media jamur habis terpakai media ini sangat baik untuk pengembangbiakan cacing merah dengan menambahkan kotoran sapi yang kemudian ditunggu permentase 2 minggu. Benih cacing diletak di media yang tersedia, akan berkembangbiak dengan diberi makan ampas tahu. 

Ia bersedia memberikan pelatihan dan memperagakan langsung budidaya jamur tiram dan cacing merah serta  membantu pemasaran. Selain itu ia juga menyediakan benih jamur tiram berikut medianya Rp 5000/per baglog. Khusus cacing merah saat ini pemasarannya sangat baik untuk keperluan obat dan pakan. (TT-01)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here