Dana BOS SMPN 3 Galang Habis 40 Persen Bayar Guru Honor, Dinas Pendidikan Diminta Tidak "Tutup Mata" - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad




Post Top Ad



8/08/2019

Dana BOS SMPN 3 Galang Habis 40 Persen Bayar Guru Honor, Dinas Pendidikan Diminta Tidak "Tutup Mata"

Ka. SMPN 3 Galang Drs. Kennedy Manurung


Deliserdang,Sinarsergai.com-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang diminta tidak "tutup mata" dan diam seribu bahasa terkait masalah dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 3 yang hingga 40 persen habis hanya untuk bayar gaji guru honor. 

"Jika Dinas Pendidikan Deliserdang membiarkan perihal yang dilakukan SMPN 3 Galang soal dana BOS, hal ini jelas menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang. Ada apa SMPN3 dengan pejabat Dinas Pendidikan Deliserdang? ujar Ketua LSM SANPAN (Solidaritas Anak Negeri Pemantau Asset Negara Republik Indonesia) Aspin Sitorus ,SY, Kamis (8/8/2019) menanggapi.

Informasi sebelumnya diterima dari  Kepala SMPN3 Galang Drs. Kennedy Manurung belum lama ini, seharusnya penggunaan dana BOS yang digunakan untuk pembiayaan guru honorer hanya sekitar 15 persen saja. Akan tetapi, akibat hal tersebut, anggaran dana BOS yang digunakan untuk membayar guru honorer menjadi 35 sampai 40 persen," keluh Kennedy.

Menurutnya, itu semua akan lebih baik jika ada ketegasan dari pejabat Dinas Pendidikan Deliserdang.

" Padahal saat membuat laporan ke Dinas Pendidikan tentang penggunaan dana BOS mereka sudah mengetahui bahwasanya penggunaan dana Bos untuk membayar guru honor berkisar 35 sampai 40 persen.Akan tetapi dalam hal ini, kenapa mereka diam saja. 

Padahal juknis (Petunjuk teknis) dana BOS hanya dibenarkan sekitar 15 persen saja untuk membayar guru honor.Dalam hal ini saya menilai Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang lemah bahkan sepertinya pilih kasih dan tidak pernah memikirkan tentang masalah minimnya tenaga pengajar yang berstatus pegawai Negeri.

Seperti di salah satu SMPN di Kecamatan Percut sampai memiliki 9 orang guru bidang study IPA yang berstatus PNS, bahkan sampai ada yang tidak menerima sertifikasi karena kurangnya target jam mengajar ,"ungkapnya. (ASW)






No comments:

Post a Comment

Post Top Ad