Janji Tak Akan Ditinggali, Bunga Pasrah Dicabuli Majikan - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

8/08/2019

Janji Tak Akan Ditinggali, Bunga Pasrah Dicabuli Majikan

Bunga 



Sergai,Sinarsergai.com – Malang benar nasib yang dialami oleh wanita cantik sebut saja namanya Bunga (16)  warga Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara (Sumut) anak dari pasangan Hen dan A, merasa trauma dengan perihal yang dialaminya saat bekerja di Rumah Makan Pondok 2000 berlokasi di Jalan Bedagai S.Parman,Kota Tebing Tinggi.

Menurut pengakuan Bunga saat berada di Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah, Kamis (7/8/2019) awalnya dia ditawarkan kerja oleh pemilik Rumah Makan Pondok 2000 disebut-sebut namanya Amin warga Kampung Semut Kota Tebing Tinggi pada Oktober 2018 dengan gaji Rp.1 juta dan berjalan selama 3 bulan, Bunga diberikan gaji sebesar Rp.1,5 juta, karena bekerja rajin. Nah, ketika berjalan 5 bulan bekerja, majikannya Amin pada Bulan Februari 2019 sekira pukul 24.00 Wib, dia yang tidur bersama Pipi (putri Amin) dilantai 2 tiba-tiba didatangi majikan dan diajak ke kamar belakang melakukan hubungan layaknya suami istri.

Perbuatan tidak senonoh ini berulang kali dialami Bunga tanpa bisa memberikan perlawanan. Namun, kata Bunga, Amin berjanji tidak akan pernah meninggalkan dirinya. Janji ini membuat Bunga menjadi lemah dan menuruti kemauan majikan tersebut. Terakhir kata Bunga, diajak berhubungan badan oleh majikan Juli 2019 malam.
(Pondok 2000)

Tapi, sebut Bunga, Amin malah meninggalkannya dan pergi bersama teman wanita cantik barunnya, Rabu (31/7/2019) dan menitip sejumlah uang tanpa memberitahu kemana pigi. Lantas Bunga, tidak terima ditinggalkan begitu saja. Maka Rabu (7/8/2019) mengadukan perihal yang dialami ke Polres Tebing Tinggi,sayangnya laporan tersebut kurang ditanggapi oleh polisi.ujarnya dengan nada sedih.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP.Sunadi yang dihubungi via Kasat Reskrim AKP. Rahmadani ketika disampaikan permalahan tidak ditanggapi soal laporan korban mengatakan, silakan melapor dan tentunya jika anak dibawah umur silakan didampingi pihak keluarga dengan membawa identitas diri. Jika tidak ada pihak keluarga, maka minta pendampingan dari Tim Perempuan dan Perlindungan Anak (TP2A).jelasnya.  (R-03)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here