Wasekjen MUI Pusat Dr.Rofiq : Kerjakan Rukun Haji Harus Seimbang Ibadah Dan Kondisi Kesehatan - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad

Space Iklan

Post Top Ad

test banner

8/04/2019

Wasekjen MUI Pusat Dr.Rofiq : Kerjakan Rukun Haji Harus Seimbang Ibadah Dan Kondisi Kesehatan




Makkah,Sinarsergai.com – Ketua tim Delegasi Amirul Haj Indonesia  2019 Dr Yusnar Yusuf dalam atusiyahnya mengisahkan, ada terjadi sebuah kasus tahun lalu di Arofah, bahwa ada pasangan suami istri dalam ihram melakukan hubungan, lantas bagaimana? tanyanya.
Lalu Dr Yusnar menjawab maka batal hajinya dan batal itu harus di ulangi. Karena hal itu harus jadi pelajaran, dan itu gunanya manasik, ujar Yusnar. 

Diceritakannya kembali, dibanding tahun1976 di Arofah, saat itu belum ada toilet yang baik. Seperti surah al Hajj ayat 27, bahwa orang datang dari jauh dengan naik unta yang kurus, karena jauhnya. Oleh karena itu, kalau tak mau capek, janganlah berhaji, sebab  untuk melontar dari Mina ke Jamarat tidak disediakan kenderaan. Kenapa seperti itu? tanyanya lagi,  supaya kita bisa melihat manfaat dari apa yang dilihatnya selama berhaji, kisahnya.

Dengan demikian Dr Yusnar berpesan untuk menjauhi jidal, fusuk dan rofas supaya mendapat haji mabrur, pesannya. Bagi yang mabrur, katanya lagi, tiada balasan kecuali Jannah. Seperti cerita seorang dokter dalam musim haji dia tidak ikut mengerjakan haji, alasannya karena dia bertugas untuk melayani kesehatan ummat. Suatu hari dibayar orang, karena ada yang membayarinya haji, kemudian dia bersedia untuk berhaji, setelah itu dia meninggal. Suatu hari ketika makamnya dibongkar karena ada pembangunan, ternyata jasadnya tidak busuk/rusak. Kenapa? Karena niat dokter itu sangat mulia, sehingga jasadnya pun tetap terjaga, pungkas Dr Yusnar Yusuf mengakhiri.


Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Kyai Rofiq mengatakan sebagai seorang pemimpin harus mendahulukan kepentingan, melayani orang yang dipimpinnya dan baru urusannya. Hal ini diambilnya dari kisah dan pengalamannya ketika Tawaf dan Sa'i bersama Menteri Agama. Dia mengambil air Zamzam dan dibagikan kepada teman-temannya, setelah itu baru diminum.

Perilaku ini juga dilakukan oleh Rasulullah  SAW pada masa itu, memeras susu Kambing dalam perjalanan haji juga diberikannya kepada Abu Bakar yang merupakan temannya dan bukan untuk dirinya terlebih dahulu. Nah, ketika itu muncul pertaan Ummi a'bah dengan nada heran mengapa demikian? Jawab Rasul, bahwa pemimpin harus yang terakhir melayani dirinya, selalu mendahulukan yang dipimpinnya, katanya.

Begitupun dalam menjalankan ibadah haji sebut Kyai Rofiq ketika melakukan kunjungan spesial bersama Delegasi Tim Amirul Haj Indonesia  2019, Dr.Yusnar Yusuf beserta rombongan yang terdiri dari Kepala Sektor 1, Mikrat dari Daker Makkah di Sektor 1 embarkasi Medan ke calon haji yang tergabung dalam kloter 7 dan 14, Sabtu (3/8/2019) saat berada di Makkah, sekira pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Ungkapan itu disampaikan Bupati Sergai Ir.H.Soekirman yang juga Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) melaui Kadis Kominfo Serghai Drs.Akmal via WhatsApp.

Lanjut Kyai Rofiq, oleh karena itu kita dalam melaksanakan rukun haji harus seimbang antara ibadah dan kondisi kesehatan. " Jangan karena  kejar Umroh sunat, tidak bisa ikut puncak ibadah haji seperti wukuf dan melontar jumrah," Nah, lebih kurang 3,5 juta ummat Islam saat arafah yang akan hadir di Padang Arafah. Lalu timbulah pertanyaan, apa tanda-tanda haji mabrur? Setelah selesai mengerjakan ibadah dan pulang ke rumah, maka akan semakin sayang dengan keluarga. 

Sedangkan dalam hal beribadah, jika dahulu dalam melaksanakan shalat selalu dikerjakan di tengah waktu, tapi sekarang setelah melaksanakan ibadah haji, maka menunaikan ibadah shalat selalu di awal waktu. Jika dahulu shalat selalu dirumah, sekarang selalu di Masjid. Ketika dikantor semakin baik kerjanya, sering bantu tetangga yang kurang mampu. " Ini ditegaskan dalam Hadis Nabi Muhammad SAW bahwa kita tidak boleh enak tidur sementara tetangga kita tak bisa tidur karena kurang makanan. Oleh karenanya Haji Mabrur itu lebih santun, dan tidak mengerjakan yang tidak ada gunanya," kata Kyai Rofiq.

Sementara Bupati Sergai Ir.H.Soekirman kata Akmal, mengutip dari tausiyah Dr.Yusnar Yusuf
Mengemukakan bahwa yang menjadi permasalahan dalam pelaksanaan ibadah haji biasanya selalu berulang. Hal ini karena ibadah haji utamanya adalah fisik, bukan bacaan-bacaan. Lebih lanjut disampaikan Yusnar Yusuf, terdapatnya 11 zona di Makkah yang kami beri motivasi dan visitasi tahun ini. Sekitar 213 ribu orang Indonesia yang berhaji ke Baitullah/tanah suci. Tidak mudah melayani orang sebanyak itu, baik dalam segi transportasi, makanan, air, sampah dan lainnya." Oleh sebab itu, harus diperbesar rasa kesyukuran seperti yang tertuang dalam surah Ibrahim ayat 7," ujarnya.( R-03)



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here