Perempuan Harus Jadi Contoh Bagi Generasi Muda Dan Berada di Depan Menolak Radikalisme - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad




Post Top Ad



10/12/2019

Perempuan Harus Jadi Contoh Bagi Generasi Muda Dan Berada di Depan Menolak Radikalisme


 
Wakil Bendahara PDIP Sergai Elvi Yuliana Napitupulu 
Sergai,Sinarsergai.com – “Perbuatan yang memaksakan kehendak dengan cara kekerasan untuk merubah sesuatu dengan paham yang baru, itu bisa  dikategorikan dengan Radikalisme. Paham Radikalisme ini jangan dibiarkan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, sudah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila”.  

Untuk menangkal berkembangnya Radikalisme di NKRI ini, sudah saatnya kaum perempuan ikut andil dalam mengelorakan penolakan dan menyerukan kedamaian demi keutuhan negara tercinta ini. 

Perempuan memiliki peran penting dalam mewujudkan kedamaian di negeri ini. Paling tidak dalam keluarga, perempuan sebagai ibu rumah tangga dapat mencegah paham itu dengan menghimbau anak-anaknya agar tidak mengikuti paham tersebut dan jangan mudah terprovokasi dengan isu yang belum diketahui kebenaranya.

“Kaum ibu juga diharapkan dapat menghindari ujaran kebencian dalam menggunakan media sosial yang memiliki dampak tidak bagi diri sendiri dan orang lainnya. 

Mari kita menggunakan kecanggihan tekhnologi untuk hal yang berguna, bukan untuk menciptakan perbuatan yang kurang baik”.

Belum lama ini kata Wakil Bendahara DPC PDIP Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Elvi Yuliana Napitulu, Sabtu (12/10/2019), telah terjadi tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam terhadap Menko Polhukam RI Wiranto yang dilakukan oleh seorang pria asal Kota Medan dan satu lagi perempuan. 

Nah, ini merupakan perbuatan yang tidak baik, apalagi pelakunya perempuan. Bagaimanapun perbuatan kurang baik ini haruslah diberikan tindakan maupun sanksi yang berat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 

Kasus ini seetelah dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang, ternyata dua pelaku terindikasi dalam jaringan terorisme.

Tentunya sebut Elvi, kuat dugaan dua pelaku tersebut memiliki jaringan diluar Kabupaten Pandeglang,Banten. Sangat miris melihat salah satu pelaku penyerangan terhadap Wiranto adalah seorang perempuan. 

Kita berharap pihak berkompeten mampu mengungkap motif dan jaringan yang diduga masuk dalam perbuatan terorisme tersebut. Jangan biarkan ini berkembang hingga kewilayah luar.

Aksi dua pelaku itu merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Undang-Undang dan harus kita perangi sehingga tidak ada korban baru lagi yang ikut dalam kelompok yang diduga radikalisme dan terorisme. Ujar Elvi.

Seyogianya sebagai kaum perempuan pendamping suami, kita harus turut menyuarakan kedamaian dan menyerukan penolakan paham Radikalisme dan terorisme.

Bukan malah ikut menyuarakan kebencian terhadap seseorang yang berdampak situasional yang tidak baik bagi generasi penerus kita. Perempuan harus menjadi pelopor dan contoh yang baik dimata generasi muda.

                                                                 
Sebagai kader perempuan, saya mengajak seluruh perempuan di parlemen dan pemerintahan untuk serius dalam menyikapi kejadian yang belakangan ini sering terjadi tindak kekerasan dengan melibatkan kaum wanita.

Mari kita tampilkan perbuatan yang dapat menjadikan situasi di NKRI ini semakin nyaman, damai dan tentram.Oleh karena itu, janganlah kita biarkan dan korbankan bangsa ini demi kepentingan dan kerakusan para penghianat bangsa. 

Selain itu, jangan kita terjerumus diri sendiri dalam menggunakan tekhnologi yang sangat murah dan mudah itu, namun bisa membahayakan dan merugikan orang lain.  Sudah saatnya kaum ibu turut mewujudkan kedamaian di negeri ini dan jauhi perbuatan yang tidak baik, apalagi ikut dalam paham Radikalisme dan terorisme, jauhilah.ajak Elvi.(Red)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad