Perlukah "Taman Gembira" di Wujudkan di Sergai ? (Catatan Zuhari Redaksi Sinarsergai.com) - Sinar Sergai

Breaking

Space Iklan

Post Top Ad

10/23/2019

Perlukah "Taman Gembira" di Wujudkan di Sergai ? (Catatan Zuhari Redaksi Sinarsergai.com)

Ilustrasi : Taman Gembira dipenuhi wahana permainan anak-anak



Saat ini Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus berupaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor yang ada seperti Pariwisata dan Pertanian. Keseriusan pemerintah dalam hal ini terlihat dengan jelas hingga melakukan studi tiru ke Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, belum lama ini untuk mendapatkan resep yang jitu.

Jika dilihat dari perkembangan Kabupaten Serdang Bedagai saat ini, maka bisa diprediksi daerah ini akan menjadi daerah tujuan wisata. Namun perlulah dilakukan peningkatan penataan terhadap ibukota daerah ini dan kecamatan lainnya, sehingga menjadi lebih menarik bagi wisatawan dalam daerah maupun luar negeri nanti untuk mengunjunginya.

Memang, saat ini pemerintah daerah sudah melakukan penataan terhadap ibukota. Penataan ini sudah dilakukan terhadap para pedagang tradisional Sei Rampah yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan. Nah, semenjak dibangunnya gedung pasar tradisional Sei rampah, semua pedagang tidak lagi melakukan aktivitas di ibukota dan Jalinsum (Jalan lintas Sumatera) juga sudah tidak terjadi lagi kemacetan. Cukupkah hanya sampai disitu.

Tentunya belum, sebab masih ada lagi pedagang musiman yang menjajakan dagangannya hingga dipinggir jalan. Akibat aktivitas pedagang yang ramai sehingga menyebabkan jalanan menjadi macet bahkan berdampak menganggu perjalanan pengguna jalan. Lokasi ini berada di Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah, hanya berjarak lebih kurang 200 meter saja dari Kantor Bupati Sergai. Ini merupakan pemandangan yang sangat menjenuhkan kedua bola mata dan membosankan bagi pengguna jalan melintasi Jalinsum tersebut. Pedagang ini diperkirakan sudah belasan tahun melaksanakan transaksi jual beli Sembako maupun lainnya persis dipinggir jalan yang dikenal dengan “Pajak Lelo”, Pajak Lelo ini dibuka hanya pada hari Minggu.

Alangkah indahnya jika Pajak Lelo ini dapat ditertibkan dan ditempatkan pada suatu tempat yang tidak lagi mengakibatkan jalanan macet dan menganggu perjalanan pengguna jalan. “Ini perlu disikapi dengan segera untuk melakukan penertiban, jika ingin diwujudkan Sergai sebagai daerah tujuan wisatawan nantinya”

Taman Gembira

Setelah dilakukan penataan diibukota, maka langkah berikutnya bagi daerah ini setidaknya bisa menarik perhatian dari berbagai kalangan masyarakat baik luar dan dalam. Nah, apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah ini untuk menarik wisatan tersebut, tentunya langkah yang sangat sederhana menyediakan tempat yang mampu menampung berbagai aneka wahana permainan anak-anak dan juga tempat bagi setiap pertunjukan kesenian yang ada di daerah ini. Tempat ini bisa saja diberinama “Taman Gembira”, sebab ditaman ini semua orang bisa merasakan kegembiraan, ceria dan bahagia melepaskan rasa jenuhnya bersama keluarga dengan melihat beragam jenis aktivitas anak-anak. Taman ini juga tentunya bisa menjadi lokasi baru rekreasi bagi keluarga disore hari maupun malam harinya.

Suasana malam ditaman itu bisalah dihiasi dengan suguhan cahaya warna warni dari lampu untuk menambah keindahan dan ketertarikan bagi masyarakat yang mengunjunginya. Apalagi letaknya nanti tidak jauh dari Jalinsum dan mudah dijangkau oleh berbagai jenis kendaraan. Taman ini sepertinya bisa menjadi idola bagi kaum anak-anak untuk menyalurkan hobinya. Pengelolaan taman ini tentunya dibawah Pemerintah Kabupaten Sergai dalam hal ini dinas berkompeten. Selain menyediakan pentas maupun panggung kesenian, didalam taman ini juga bisa dibangun satu gedung untuk menyimpan semua benda peninggalan yang memiliki sejarah.

Nah, untuk memudahkan pengunjung yang datang dalam memenuhi kebutuhan makanan, maka alangkah baik disedikan juga suatu tempat bagi masyarakat sekitar untuk menjajakan beraneka kuliner khas Sergai sebagai oleh-oleh bagi wisatwan luar daerah maupun pengunjung dari dalam daerah. Semua kuliner nantinya diberi label Sergai dengan menempelkan logo Kabupaten Sergai dan mottonya. Kemudian, untuk mendukung keberadaan taman ini, pemerintah daerah sebagai pengelolanya dapat menjalinn kerjasama dengan pihak keamanan maupun pihak penegak hukum dalam memberikan rasa nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati aneka permainan disana. Agar pengunjung tidak merasa terbebani, maka perlu diperhatikan sekali soal penetapan tarif beraneka retribusi yang dibebeni kepada setiap pengunjung dan ini merupakan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, pihak pengelola harus bersikap tegas terhadap aksi Pungli (Pungutan liar) yang beroperasi di aeral taman tersebut dan memberikan sanksi tegas bagi pengunjung yang berbuat kejahatan. Ini penting untuk memberikan rasa kenyaman dan keindahan bagi masyarakat saat berada di lokasi tersebut.

Selain itu, kebersihan areal taman harus dijaga dengan menyediakan tong sampah sebanyak tiga jenis, sampah plastik,organik dan kertas. Dengan tersedianya tong sampah sesuai jenisnya, maka pengalokasian sampah juga sangat mudah, sebab sejak awal sudah dikelompokan didalam tong masing-masing. Nah, untuk menjaga kesejukan di taman tersebut perlu dilakukan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon yang memiliki ranting yang rindang. Pohon ini harus dijaga dan tidak boleh ditebang sembarangan sehingga kelangsungan hidupnya berkelanjutan dan  terjaga. Untuk itu, perlukah Taman Gembira ini diwujudkan di Sergai”.****************

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad