Tidak Terbukti Bersalah, Hakim PN Sergai Bebaskan Dua Terdakwa - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad




Post Top Ad



10/09/2019

Tidak Terbukti Bersalah, Hakim PN Sergai Bebaskan Dua Terdakwa

(Dua terdakwa divonis bebas Sidang Pengadilan Negeri Sergai terkait kasus penganiayaan, karena tidak terbukti bersalah)


Sergai,Sinarsergai.com - Sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Phek Miau (53) warga Lubuk Pakam, Deli Serdang, dan Happy (30) warga Jalan Cempaka, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). 

Sidang yang di Ketua oleh Rio Barten Pasaribu SH,MH didampingi hakim anggota Agung SH,MH dan Ferdian SH dalam sidang putusan di PN Serdang Bedagai, telah memvonis bebas dari segala tuntutan terhadap dua terdakwa, karena tidak terbukti bersalah,Selasa (8/10/2019).

Dalam sidang sebelumnya, Phek Miau dituduh melakukan penganiayaan terhadap Chan Gwek Oen (61), dengan mencambak rambutnya. Tuduhan penganiayaan itu juga ditujukan kepada Happy terhadap Jeffri (66). Namun tuduhan kefuanya tidak terbukti.
 Happy terbaring di RSU Grand Medistra Lubuk Pakam

Phek Miau, Rabu (9/10/2019), dihubungi via telepon seluler menuturkan peristiwa yang menyedihkan itu terjadi di rumah Happy Jalan Cempaka Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (21/12/2018).

Pasalnya, saat peristiwa itu Happy merupakan korban pengeroyokan 3 orang diantara Jeffry, dengan cara mencekik leher korban. Sayangnya di Polsek Perbaungan, Happy dijadikan tersangka penganiayaan. 

Padahal, setelah kejadian pengeroyokan yang dialami anak saya Happy beberapa menit, dia terpaksa saya larikan ke RSU Melati untuk mendapatkan perobatan. Nah, saat di RSU Melati Happy sudah berjam-jam menunggu tidak dilayani. Takut kondisinya semakin parah, Happy saya bawa betobat ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam. 

Sedih benar nasib saya dan Happy. Bukan hanya Hapoy yang dijadikan tersangka, saya yang saat peristiwa pengeroyokan itu terjadi di depan pintu, posisi saya berada diluar sambil gendong cucu. 

Namun, di Polsek Perbaungan malah dijadikan tersangka. Semua diputar balikan oermasalahan yang terjadi sebenar. Happy opname selama 4 hari tidak buat apa-apa dan setelah satu bulan barulah kondisinya pulih. 

Setelah pulih langsung ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. Saya juga demikian. Jadi, sebut Phek Miau, polisi saat itu mewajibkan saya dan Happy untuk wajib lapor. Bersyukur ada Lembaga Batuan Hukum dan LPSK yang memberikan bantuan dengan cuma-cuma hingga petsidangan selesai. 

Saya berterimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan pertolongan kepada warga miskin ini. 

 Anehnya lagi, kasus penganiayaan bahkan ancam bunuh terhadap Happy, telah sidangkan dan divonis 2 bulan terhadap 3 orang pelaku. Ia berharap Kapoldasu menegur Polsek Perbaungan yang sewenang-wenang menjadikan seseorang tersangka dalam perbuatan kejahatan tanpa ada bukti yang jelas dan pendukung. 

Janganlah orang miskin terus dijadikan kirban dalam penegakan hukum di NKRI ini.Ucapnya dengan nada sedih. (R-03)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad