DPRD Sergai Minta Pihak Berkompeten Periksa Izin Ternak Babi - Sinar Sergai

Breaking

Space Iklan

Post Top Ad

11/12/2019

DPRD Sergai Minta Pihak Berkompeten Periksa Izin Ternak Babi

(Anggota DPRD Sergai dari Fraksi Partai Golkar Jalaluddin)

Sergai,Sinarsergai.com - Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara (Sumut) Jalaluddin dari Fraksi Golkar secara tegas meminta kepada Bupati Sergai dalam hal ini pihak dan dinas yang berkompeten untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap usaha ternak Babi yang ada di wilayaj 17 kecamatan Kabupaten Sergai.

"Pemeriksaan terkait izin ini menurutnya, Selasa (12/11/2019) via telepon seluler, sangat penting menginggat banyaknya Babi yang mati dan dibuang ke aliran Sungai Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin,Sei Rampah dan Sei Bamban, namun hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana asalnya Babi tersebut. 

Masalah bangkai Babi ini memang sudah sangat meresahkan berbagai kalangan masyarakat di Sergai. "Kita berharap dinas berkompeten untuk melakukan pemeriksaan kembali izin ternak Babi. Dan pihak penegak hukum mengusutnya hingga tuntas."Imbuhnya.

Nah, jika melihat dari peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 21/Permentan/OT/140/2/2010 tentang "Pemasukan hewan Babi dan produknya ke dalam wilayah Negara Indonesia" telah ditegaskan   pada pasal(2) bahwa petugas Karantina Hewan dan dinas teknis yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan/kesehatan masyarakat veteriner agar melaksanakan peningkatan tindakan pengawasan teknis terhadap pemasukan ternak Babi dan produk asal Babi yang berasal dari luar negeri atau antar pulau/antar daerah.

Aturan tersebut bisa dipahami bahwa dinas berkompeten di daerah ini harus berperan aktif dalam pengawasan dan kita sangat menyayangi jika memang benar ada peternakan Babi di wilayah Sergai tapi tidak memiliki dan mengantongi izin resmi. Ini menunjukan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pejabat dinas yang berkompeten. Jika memang tidak memiliki harus ditutup saja dan jangan dibiarkan.

Selanjutnya, kata Jalal, kita sangat mendukung pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian memberikan tindakan tegas kepada peternak Babi yang tidak memiliki izin dan pelaku pembuang bangkai Babi ke Sungai, karena perbuatan membuang dengan sengaja Babi yang mati ke sungai jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Pelaku bisa dijerat dengan hukum kurungan badan dan denda materi sebesar Rp. 1 Miliyar dan paling banyak Rp.3 Miliyar. 

"Mari kita lestarikan lingkungan yang bersih bebas dari pencemaran  dan mari patuhi aturan tentang peternakan termasuk hewan ternak Babi."Ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu  Sergai Dingin Saragih SIP,MM yang dihubungi via telepon seluler terkait izin peternakan Babi di wilayah Sergai mengatakan hingga kini dan menurut data sekarang memang belum ada satupun warga Sergai yang mengurus izin ternak Babi. Untuk wilayah peternakan Babi yang diperbolehkan diantaranya Kecamatan Dolok Masihul. Sedangkan Kecamatan Pantai Cermin merupakan wilayah yang tidak diperbolehkan. Jelas Dingin.(Red)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad