Ketua PBB Sergai Yunasril SH,MKn : Persolan Bangkai Babi Diharapkan Dapat Diatasi Pemerintah Daerah - Sinar Sergai

Breaking

Space Iklan

Post Top Ad

11/12/2019

Ketua PBB Sergai Yunasril SH,MKn : Persolan Bangkai Babi Diharapkan Dapat Diatasi Pemerintah Daerah

(Ketua PBB Kabupaten Serdang Bedagai Yunasril SH,MKn)


Sergai,sinarsergai.com – Persoalan bangkai Babi yang banyak mengapung di aliran Sungai Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin, Sei Rampah dan Sei Bamban, sudah jadi perbincangan hangat oleh berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara. “Ini bukanlah semata tanggungjawab pemerintah daerah, tapi menjadi tanggungjawab bersama terutama peternak hewan Babi. Nah, saat ini infromasinya memang belum diketahui secara pasti siapa oknum yang tidak bertanggungjawab yang membuang dengan sengaja bangkai Babi itu ke dalam sungai. Namun demikian, kita berharap persoalan ini dapat dengan segera diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat. Harapan ini diungkapkan Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sergai Yunasril SH,MKn didampingi istri Kikky Febriasi SH,MKn, malam ini Selasa (12/11/2019) sekira pukul 20.00 Wib.

Dikatakanya, apabila bangkai Babi yang masih saja terlihat mengapung di aliran sungai maka dapat berdampak terhadap  nelayan tradisional. Pasalanya, untuk daerah pesisir sepertinya sudah santer isu ikan laut maupun sungai makan bangkai Babi. Nah, ini mengakibatkan menurunnya minat masyarakat untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan. Dengan minimnya minat masyarakat membeli ikan maka secara otomatis penghasilan nelayan semakin berkurang dan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan saat mau melaut.

Oleh karena itu kita juga menghimbau kepada seluruh pemilik ternak Babi agar tidak membuang hewan ternaknya ke Sungai dan mari kita jaga kebersihan sungai tersebut. Alangkah baik Babi yang mati itu dikuburkan dan dibakar jika memungkin untuk dibakar. Namun, kata Yunasril, memang sih lebih baik dikuburkan merupakan salah satu langkah tepat dalam rangka kita tetap menjaga air sungai  bersih. Lebih mencegah daripada mengotori.Ungkap Yunasril.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sergai Aliuddin SP yang dihubungi via telepon seluler menjelaskan bahwa menurut data ada 579 ekor terhitungd ari pertengahan Oktober hingga Nopember 2019. Babi ini banyak juga sudah dikubur dan hanyut hingga kelaut. Namun, bangkai babi yang sekarang ini muncul lagi, itu merupakan bangkai babi yang baru. Padahal ia bersama Camat Tanjung Beringin dan Keamanan Laut telah melakukan penyisiran bangkai Babi sepanjang alur Sungai Bedagai dan setiap penemuan Babi kata Aliuddin, langsung dilakukan penanaman ditanah.

Selain melaksanakan tindakan pencegahan dengan memberikan anti virus kepada peternak, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait bahaya virus yang menyerang Babi. Maslaah ini telah dibahas oleh Pemkab Sergai dan Polres. Nah, untuk menguatkan tim tersebut da;lam pencegahan dan tindakan, maka Rabu (13/11/2019) akan dilaksanakan rapat sekaligus membentuk tim Satgas.

Usai rapat kata Aliuddin, tim akan turun keberbagai lokasi sungai dan juga melakukan pengecekan terhadap kandang ternak Babi. Bagi siapa saja yang tidak mengindahkan himbauan yang telah disampaikan, sebut Aliuddin, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan sanksi yang tertera dalam UU Nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Untuk mengatasi menyebarnya penyakit Kolera yang disbebakan virus dari family Flaviviridae, maka Dinas Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap keluar masuknya Babi di daerah ini.(Red)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad