Perwakilan 7 Negara Puji Beras Organik Sergai - Sinar Sergai

Breaking

Post Top Ad



Post Top Ad

11/06/2019

Perwakilan 7 Negara Puji Beras Organik Sergai


Ketua Kelompok Tani Subur Sarman memperlihatkan benih padi unghulan yang sudah di Conversi,Rabu (6/11/2019)
Sergai,Sinarsergai.com - Beras organik  yang dihasilkan oleh petani Kabupaten Serdang  Bedagai (Sergai) mendapatkan penilaian pujian dari perwakilan 7 negara saat berkunjung ke Sergai. Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan peninjauan lahan pertanian organik di Dusun II Desa Lubuk Bayas,Kecamatan Perbaungan. Ujar Ketua Kelompok Tani Subur Sarman, di Dusun II Desa Lubuk Bayas,Sergai,Rabu (6/11/2019).

Salah satu perwakilan dari Jepang Steven Cutting mengungkapkan produk beras organik ini sangat bagus. Memang 4 varietas yang dikelola kelompok tani subur beripa Beras Hitam,Merah, Pandan Wangi dan Sintanur, memiliki kualitas, mutu yang baik. 

Empat varietas beras organik ini akan menjadi contoh bagi petani di Jepang nanntinya, juga negara-negara lainnya yang turut dalam rombongan kunjungan ini.

Nah, begitu kekagumi negara luar terhadap pertanian organik Sergai. Perwakilan yang datang ke Desa Lubuk Bayas ini kata Sarman, ada sebanyak 12 orang diantara Lyme Frekayan (Flipina), Him Daneth (Combodia),MS. Sivapoekiyan (Sri Langka) Lasitha Udaya Kumara (Sri Langka), Steven Cutting (Jepang), ada juga dari Banglades,India, Thailand, turut mendampingi Pdt. Nevri Pasaribu (Indonesia) Jupiter Pakpahan (Indonesia) 

Selain melihat beras dan lahan organik, mereka juga meninjau pengolahan padi organik di kilang. Setelah itu mereka berkunjung ke Desa Melati II ,Kecamatan Perbaungan. Untuk di Desa Lubuk Bayas mereka menghabiskan waktu sekitar 4 jam saja.

Sediakan Benih Unggul

Untuk memudahkan petani yang tergabung dalam kelompok,telah diciptakan conversi benih sejak 1 April tahun 2018 untuk 10 hektar lahan pertanian organik. Dan pada tahun 2020 nanti beras organik berasal dari benih Conversi itu baru beredar ke seluruh Sergai dan Sumatera Utara (Sumut).

Saat ini para peetani organik tidak lagi khawatir terhadap hama maupun penyakit kata Sarman, ia telah menciptakan anti hama yakni Petisida Nabayati yang berasal dari 
uren Sapi dan Lembu. 

Sistem permentase menggunakan bahan ramah lingkungan termasuk agensi hayati (bahan dari tumbuh2an lingkungan),sedangkan pupuknya organik cair terdiri dari uren Sapi cuma permentasinya beda dengan campuran tetesan, air gula merah dan air kelapa. 

Nah, dalam satu hektar petani mampu menghasilkan 6,5 ton. Beda dengan pertanian yang menggunakan pupuk kimia bisa mencapai 7 ton, namun padi yang gunakan pupuk kimia kelemahannya mudah terserang hama dan penyakit. Untuk masa tanam hingga panen padi organik hanya membutuhkan waktu 105 hari saja. 

Kita berharap pemerintah dapat meciptakan peraturan daerah terkait pertanian organik dan pemasarannya sehingga ini diyakini akan menimbulkan semangat bagi petani yang masih gunakan pupuk kimia beralih ke organik. Jika kita ingin sehat harus digalakan pertanian organik ini. Jelas Sarman.(Red)




No comments:

Post a Comment

Post Top Ad